23.3.12

Ayat Palsu dalam Al-Qur'an ? Qs: 5:68



Sungguh kurang kerjaan, begitulah ungkapan saya dalam hati ketika membaca beberapa artikel atau tulisan dan status kristen di Facebook atau diblog yang menyebut Al-Qur'an memuat Ayat Palsu.

Awalnya saya kurang terlalu merespon karena faktanya itu bukanlah ayat palsu, namun sepertinya, dasar Kristen memang suka mencari-cari alasan, ngeles yang memang kerjaannya. maka wajar, hal tersebut dibesar-besarkan. bahkan hampir selalu dikutip oleh Kristen. termasuk di sebuah blog : Baca Al-Qur'an sungguh kurang kerjaan.

kenapa saya  bilang kurang kerjaan, karena fakta dan nyata hal tersebut bukanlah ayat Palsu, melainkan terjemah Al-Qur'an yang keliru menurut mereka di teks bahasa Arab tidak terdapat kata Al-Qur'an namun pada terjemahan terdapat kata Al-Qur'an.

berikut kutipannya: Qs: Al-Maidah :5:68

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّىَ تُقِيمُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.  


Sebebenarnya tidak ada masalah dalam hal ini, karena terjemahan dalam al-Qur'an bukanlah ayat yang sesunggunya. ayat Al-Qur'an adalah ayat yang asli dalam bahasa Arab, bukan terjemahan.

terjemahan al-Quran adalah sebagai sarana untuk memahami al-Qur'an yang berbahasa Arab yang tidak semua umat Islam bisa berbahasa Arab.
kesalahan terjemah itu merupakan hal yang biasa dalam menterjemahkan kata atau kalimat ke dalam bahasa lain. karena dalam suatu bahasa terdapat unsur-unsur tertentu yang mungkin unsur-unsur tersebut tidak terdapat di bahasa lain.

seperti halnya dalam bahasa Arab, banyak kata dalam bahasa Arab tidak bisa dicarikan kata yang tepat atau padanan kata yang tepat untuk terjemah kata tersebut.
contoh:

kata Rabb : yang selama ini diartikan dalam bahasa Indonesia dengan sebutan Tuhan.

kata Ilah : juga sama diartikan dengan Tuhan, padahal dua kata tersebut berbeda jauh maknanya.

Rabb, Tuhan dalam makna Pencipta, pengatur, yang mematikan, menghidupkan, memelihara dan sebagainya.

sementara Ilah, maknanya, Tuhan yang diibadahi, disembah, tempat atau tujuan do'a dan sebagainya.

selain padanan kata tidak sama, kaidah bahasa juga sangat berpengaruh dalam terjemah, dalam bahasa Arab, kata-kata atau kalimat memiliki kaidah-kaidah yang sangat rumit, yang sulit di carikan padanan, atau terjemahan yang pas dalam bahasa lain.

itulah sebabnya, dalam terjemahan Al-Qur'an selalu diikuti dengan bahasa aslinya. untuk menjaga makna yang terkandung di dalamnya sehingga tidak keliru dalam memahaminya, jika ada masalah dalam terjemahan maka bisa langsung rujuk ke bahasa Arab atau bahasa aslinya. sehingga makna tersebut dapat dipahami sesuai bahasa aslinya.
mengenai masalah kata al-Qur'an dalam ayat ini, pun seandainya salah, maka tetap saja tidak menjadikan hal tersebut ayat palsu, sebab, bahasa aslinya tidak ternodai sama sekali. karena hal tersebut adalah terjemah. bukan aslinya.

bahkan jika mau merunut pada terjemahan, banyak sekali terjemahan Al-Qur'an tidak tepat dalam menyebutkan padanan kata dalam bahasa Arab, seperti yang telah saya contohkan.
namun umat Islam selama ini tidak ada yang mempermasalahkan, karena bahasa asli atau bahasa Arab senantiasa beriringan dengan terjemahnya.


hal ini berbeda dengan kitab suci kristen, Alkitab, bahasa aslinya sudah tidak ada lagi. yang ada adalah bahasa terjemahan. masing-masing terjemahan sendiri berbeda-beda. 
persoalannya tidak sekedar dalam hal terjemahan yang berbeda. tapi juga diakui oleh theolog kristen sendiri banyak ayat-ayat Alkitab yang palsu.

oleh : muslim says


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar